dinginnya malam sendu......
langit menangis dengan rinai nya yang pelan.......
namun rembulan tanpa malu masih samar dibalik awan tebal........
katak berkelotek sambut menyambut.....
seolah musik sederhana penghantar pembaringan sementara.....
namun....
dia tetap terjaga......
entah...
mungkin mati rasa oleh asa.....
yang begitu tertancap.......
dalam.....
merancap.... memeras air mata dan darah.......
untuk bertahan.....
terdengar olehnya.....
kumandang ayat-ayat suci terlantun indah.....
sendu tetapi bersahaja......
lembut tetapi beraura.....
dengan tasbih tanda setia pengingat-Nya.....
namun, siapa duga......
hati sedang lara......
menunggu kepastian yang tiada lelah........
teringat oleh dirinya.......
ketika masih belia.......
ketika masih bersama........
sang bunda dan ayah membangunkannya........
untuk bersama melantunkan lafal subuh yang indah.....
dan tentram.......
dia tahu......
bahwa dia merindukan itu semua.......
disaat lantunan indah itu terdengar..........
berkumandang.......
segera air mata bergulir......
tanpa sadar.......
mengingat waktu.......
tidak akan lama lagi........
serta menunggu janji.......
janji dari para penuturnya.........
para belahan jiwa.......
yang tidak akan lelah......
ataupun bersilap lidah......
untuk tetap menemaninya.......
berbakti kepada-Nya.......
namun semua cuma asa.........
yang hampa........
dia dan mereka yang berjanji....
tidak pernah kembali.........
Allah.....
pamrihkah dia.....
untuk meminta janji itu kembali?
lemahkah dia.......
untuk merintih janji itu kembali?
merintih kepada-Mu?
merintih bersamaan dengan rasa sakit yang dia dera.....
karena dia sadar.....
dia hablu minallah dan hablu minannas
seperti malam ini.....
terjaga......
menunggu janji itu....
melantunkan lafazd-Mu...... kalimat-Mu
meminta agar mengganti sayap yang patah ini.....
yang penuh lumpur se hitam benci......
yang penuh darah se merah dendam......
dengan bulu baru.....
nan indah dan kuat.........
dan akhirnya........
siap untuk kembali.....
untuk-Mu....
sesungguh-Nya
hidup-mati
hanya untuk-Mu dan
pada jalan-Mu.......
illahi rabbi........
my broken wings......
langit menangis dengan rinai nya yang pelan.......
namun rembulan tanpa malu masih samar dibalik awan tebal........
katak berkelotek sambut menyambut.....
seolah musik sederhana penghantar pembaringan sementara.....
namun....
dia tetap terjaga......
entah...
mungkin mati rasa oleh asa.....
yang begitu tertancap.......
dalam.....
merancap.... memeras air mata dan darah.......
untuk bertahan.....
terdengar olehnya.....
kumandang ayat-ayat suci terlantun indah.....
sendu tetapi bersahaja......
lembut tetapi beraura.....
dengan tasbih tanda setia pengingat-Nya.....
namun, siapa duga......
hati sedang lara......
menunggu kepastian yang tiada lelah........
teringat oleh dirinya.......
ketika masih belia.......
ketika masih bersama........
sang bunda dan ayah membangunkannya........
untuk bersama melantunkan lafal subuh yang indah.....
dan tentram.......
dia tahu......
bahwa dia merindukan itu semua.......
disaat lantunan indah itu terdengar..........
berkumandang.......
segera air mata bergulir......
tanpa sadar.......
mengingat waktu.......
tidak akan lama lagi........
serta menunggu janji.......
janji dari para penuturnya.........
para belahan jiwa.......
yang tidak akan lelah......
ataupun bersilap lidah......
untuk tetap menemaninya.......
berbakti kepada-Nya.......
namun semua cuma asa.........
yang hampa........
dia dan mereka yang berjanji....
tidak pernah kembali.........
Allah.....
pamrihkah dia.....
untuk meminta janji itu kembali?
lemahkah dia.......
untuk merintih janji itu kembali?
merintih kepada-Mu?
merintih bersamaan dengan rasa sakit yang dia dera.....
karena dia sadar.....
dia hablu minallah dan hablu minannas
seperti malam ini.....
terjaga......
menunggu janji itu....
melantunkan lafazd-Mu...... kalimat-Mu
meminta agar mengganti sayap yang patah ini.....
yang penuh lumpur se hitam benci......
yang penuh darah se merah dendam......
dengan bulu baru.....
nan indah dan kuat.........
dan akhirnya........
siap untuk kembali.....
untuk-Mu....
sesungguh-Nya
hidup-mati
hanya untuk-Mu dan
pada jalan-Mu.......
illahi rabbi........
my broken wings......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar